Info Umum

Serunya Menanamkan Mangrove di Pulau Tidung

Ada sebuah cerita nan menarik waktu aku lalu keluargaku rekreasi ke Tempat wisata Tidung tanggal 27 hingga 28 April lalu. Buatku, sepertinya juga buat keluargaku, cerita ini amat bermakna. Sebuah kegiatan yang tidak pernah kami lakukan tadinya. Hari kedua kami ke Pulau Tidung, awalnya keluarga agak kecewa karena tak bisa hunting Sun Rise di Jembatan Cinta. Luthfan [anak sulungku], lalu teman-temannya sudah berencana mau lompat dari atas jembatan dengan ketinggian kurang lebih 3 meter itu. Tapi kekecewaan itu terobati setelah aku di bawa ke pantai utk menanam mangrove. Awalnya aku memang tak bisa memikirkan seperti apa tanaman mangrove tersebut, bagaimana menanamnya, lahannya bagaimana, apa saja kegunaannya. Banyak bertanya pada dalam hati kami masing2. Semua terjawab dengan rangkaian singkat yang diberikan hingga kegiatan tanam menanam ke mulai. Adalah bapak Munawar, seorang guru matematika ke MtsN 26 yang ada di Tempat wisata Tidung lah yang sedang mengembangkan pelestarian tumbuhan bakau ini. Pak Munawar mengawali menanam mangrove pada era 2009. Hutan mangrove ditawarkan oleh sebelah barat Pulau Pari di area tak jauh dari MtsN 12.

Pulau Tidung

Semangat Pak Munawar utk melestarikan mangrove di Pulau Seribu ini sebab keprihatinannya akan pengikisan dataran rendang oleh air laut. Dan juga pengurangan habitat ikan-ikan kecil nan membutuhkan tempat untuk menghuni. Banyak kendala yang dinikmati oleh Munawar. Selain sukar dari kondisi alam sendiri, yakni menanam mangrove di pasir bahari amat berbeda dengan menanamnya di daerah rawa/lumpur. Tempat wisata Tidung menghadap langsung di laut lepas, sehingga nan sering terjadi tumbuhan bakau yang sudah ditanam terbawa oleh air laut. Untuk mengatasi masalah ini Munawar lagi memakai cara menanam 4-5 batang pohon dalam sebuah lubang. Kendala lain merupakan kurangnya dukungan dari pemerintahan dan masyarakat Tidung itupun. Mungkin karena manfaat menanamkan mangrove ini baru dapat dirasakan bertahun-tahun ke muka, sehingga penduduk Pulau Pari kurang memandang penting malah banyak yang menganggap hal-hal ini adalah perbuatan sia-sia. Sebab kegigihannya melestarikan tanaman bakau ini, Pak Munawar sukses mendapatkan Juara II Anak-anak Pelopor Tingkat Nasional Dunia Kebaharian pada tahun 2011. Barulah setelah itu wisatawan setempat mulai melihat positifnya usahanya. Pembiakan bibit bakau ini kemudian mendapat waktu dari SMA LABS SHCOOL yang bekerja sama menggunakan MtsN 26. Kami sangat beruntung mengambil jasa pariwisata melalui Harumi Tour nan menghubungkan kami kepada gan Igoel, yang merupakan salah satu pemandu wisata yang bekerja serupa dengan Pak Munawar. Tamu-tamu wisata yang melalui gan Igoel diajak untuk turut menanam mangrove ini menjadi salah satu jadwal acara didalam kunjungannya di Pulau Pari. Mas Igoel yang berambut gondrong itu mengatakan pada kami, ” Kita memetik banyak hal dari Pulau Pari, masak tidak mau berbuat hal untuk pulau ini. ” Memang sebuah pernyataan yang menjadikan kami semua, bahkan keluarga, menyetujuinya. Kami tak pikir keberatan sama sekali dengan aktivitas ini, bahkan merasa nyaman bisa ikut berbuat hal bagi alam ini. Itulah kesibukan kami menanam bakau. sumber

Rasanya seru liburan aku kemaren. Sungguh sebuah travel yang amat dalam terkesan. Tak hanya membuat segar jasmani kami, namun juga religi kami. Betapa dekat aku dengan Keagungan, Kebesaran, Kesempurnaan Illahi. Atas ijin Allah kami berada di Pulau Pari dengan rangkaian acara nan membuat kami semakin daerah pada-Nya. Bisa ikut serta mempertahankan kelestarian lingkungan membuat aku merasa memiliki bumi nan kami pijak ini. Gunakan mata hati untuk menyaksikan, maka akan kita cari kedamaian itu. Selain di Pulau Tidung program penanaman mangrove ini juga dilakukan di pulau yang bagus ini dan di pulau ini juga.

Tagged

About Yoga Pratama Sejati

Leave a Reply

Your email address will not be published.