Info Umum

Tahukah Anda? Kalau Kategori Merek Ada Bermacam-macam?

Pendaftaran Merek

Ada berbagai jenis Merek, yaitu manufacturer brand serta private brand. Manufacturer brand atau kerap disebut sebagai Merek perusahaan adalah Merek yang dipunyai oleh perusahaan pembuat produk ataupun jasa. Sementara private brand ataupun Merek pribadi adalah Merek yang dimiliki oleh pedagang ataupun distributor dari produk maupun jasa. Contoh private brand ialah minimarket maupun supermarket yang menjual produk-produk tertentu, semacam tissue, air mineral, kapas dan lainnya. Ada juga produk generik yakni barang ataupun jasa yang dijual tanpa Merek/identitas yang menjadi pembeda, entah itu dari pedagang ataupun produsen. Contoh produk generik ialah sayuran, buah-buahan, tanaman, bunga, minyak goreng curah, abu gosok dan yang lain. Ada juga perbedaan produk berdasarkan kelas Merek yang terbagi jadi 45 kelas. Tiap-tiap kelas diisi dengan berbagai produk, dari mulai bahan kimia, logam, bahan farmasi, perkakas, makanan, kendaraan serta masih banyak lagi. Kategori Merek yang sudah disebutkan bisa dijual dengan brand strategies (strategi Merek).

Pendaftaran Merek

Menurut situs pendaftaran merek ini, Baik produsen, distributor atau pedagang pengecer dapat melakukan strategi marketing secara individual branding maupun family branding. Individual branding ataupun Merek individu artinya memberikan Merek yang berbeda kepada tiap produk baru. Nah, bila membicarakan Merek, pasti tidak lepas dari brand equity alias kekuatan Merek. Dalam berhadapan dengan persaingan yang sangat sengit, menurut Susanto dan Wijanarko Merek merupakan pembeda yang jelas, bernilai serta berkesinambungan. Merek menjadi ujung tombak daya saing perusahaan dan itu sangat menyokong didalam strategi pemasaran. Keller mengungkapkan jika kekuatan Merek adalah keinginan seseorang untuk meneruskan memakai Merek itu atau tidak. Penghitungan kekuatan Merek ini sangatlah berhubungan erat dengan kesetiaan konsumen. Terdapat sangat banyak pengertian brand equity, tapi intinya ialah kekuatan sebuah Merek yang dapat menambahkan ataupun mengurangi nilai Merek itu sendiri. Hal itu dapat kita ketahui dari respon konsumen atas produk maupun jasa yang dijual berdasarkan kategori Merek usaha.

Admin Patendo Pak Soehadi mengatakan jika brand equity bisa diukur dari, leadership, yakni skill untuk mempengaruhi pasar (entah itu harga ataupun non-harga), stability, yaitu kemampuan untuk menjaga kesetiaan konsumen, market ialah kekuatan Merek saat meningkatkan kinerja distributor ataupun toko, internationality adalah kemampuan Merek untuk masuk ke daerah ataupun negara lain, trend, yaitu Merek ataupun brand jadi makin penting didalam dunia industri, support merupakan total jumlah dana yang dikeluarkan oleh produsen untuk mengkomunikasikan Merek serta protection yakni suatu Merek mempunyai legalitas. Untuk yang terakhir dapat didapatkan bila produsen mengurus izin Merek pada lembaga berkaitan.

Hak Paten

Susanto dan Wijanarko mengelompokkan brand equity ke dalam 5 jenis. Pertama, brand awareness yang mempunyai definisi kemampuan calon konsumen didalam mengenali ataupun mengingat jika sebuah Merek merupakan bagian dari kategori Merek tertentu. Brand awareness adalah pengakuan satu Merek serta pembedaannya dari yang lainnya. Jadi, brand awareness merupakan Kemampuan konsumen didalam mengingat sebuah Merek serta membuatnya beda dari Merek yang lain. Terdapat 4 tingkatan brand awareness, yaitu unaware of brand (tidak menyadari Merek), brand recognition (pengenalan Merek), brand recall (pengingatan lagi pada Merek) serta top of mind (puncak pemikiran). Sedangkan untuk tahu seberapa jauh seorang konsumen sadar Merek dapat dipakai indikator recall, recognition, purchase (pembelian) serta consumption. Kedua, perceived quality merupakan persepsi konsumen atas kelebihan ataupun kualitas sebuah produk ataupun jasa. Ketiga, brand association adalah hal-hal yang berkaitan dengan ingatan konsumen seputar sebuah produk ataupun jasa. Asosiasi Merek ini tidak cuma eksis, tetapi punya level kekuatan. Kesukaan atas Merek bakal lebih banyak jika dilandasi oleh banyaknya pengalaman untuk mengkomunikasikannya. Ke-4, brand loyalty merupakan kesetiaan konsumen kepada sebuah Merek. Brand loyalty sendiri mempunyai sejumlah tingkatan, yakni konsumen tidak loyal ataupun tertarik dengan kategori Merek yang ditawarkan. Biasanya, konsumen yang begitu gemar berpindah-pindah Merek sebab memperhatikan harga dan lainnya. Konsumen merasa senang dengan produk maupun jasa yang dipakai. Konsumen yang seperti ini dinamakan habitual buyer (konsumen tipe kebiasaan) sebab tidak ada dimensi rasa puas yang mendorongnya untuk beralih Merek, khususnya jika pergantian itu membutuhkan tambahan harga. Konsumen yang puas, namun memikul biaya peralihan ataupun switching cost, entah itu didalam hal uang, waktu ataupun hal-hal sehubungan dengan usaha untuk beralih ke Merek lain.

Konsumen yang loyal ini dijuluki satisfied buyer. Konsumen melalui program HKI sungguh-sungguh suka dengan Merek terkait. Rasa sukanya dilandasi dengan asosiasi, semacam tanda/simbol, pengalaman didalam memakainya ataupun kesan kepada kualitas yang tinggi. Tingkat yang paling atas didalam brand loyalty merupakan konsumen yang setia. Konsumen ini umumnya punya sebuah kebanggaan sebab jadi pengguna sebuah Merek. Baginya, merek itu sangatlah penting, entah itu dari segi fungsi maupun yang menjadi komitmen konsumen. Kelima, other proprietary brand assets merupakan satu hal yang tidak termasuk didalam kategori brand equity, namun turut membangun power Merek. Demikian ulasan seputar kategori Merek mudah-mudahan bermanfaat.

Tagged

About Yoga Pratama Sejati

Leave a Reply

Your email address will not be published.